Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai

Manusia Dalam Keaadan Terisolasi Virus Kebodohan

Kebodohan bisa dikategorikan sebagai “virus”. Setidaknya, ada tiga kriteria mengapa kebodohan bisa dikategorikan sebagai virus. Pertama, kebodohan bisa menginfeksi manusia. Kedua, tidak kasat mata. Dan terakhir, bisa mematikan.
Perlu kita ketahui arti atau makna kebodohan disini bukan hanya tentang ketidaktahuan tetapi juga berkaitan erat dengan kekeliruan atau kesalahan.

Seperti Yang Kita Pahami, Manusia tidak Hidup sebagaimana manusia itu Hidup. Yang saya Katakan manusia tidak hidup di sini adalah adanya Kebencian,iri hati, saling menyakiti dan lain sebagainya.

Seringkali kita tidak habis pikir mengapa kita menerima perlakukan jahat dari orang lain meski kita tidak melakukan kesalahan apa pun. Rasa-rasanya kita sudah cukup baik dengan banyak orang, tidak menyinggung perasaan mereka. Namun kenapa selalu ada saja orang-orang yang menyakiti kita. Bahkan mereka melakukannya dengan sadar.

Jika dipikir-pikir, apa iya juga itu semua karena karma? Masa sih kita pernah berbuat sejahat itu kepada orang lain? Seringkali kita merasa jadi tidak adil, sulit menerima dan juga malah jadi membenci balik orang yang menyakiti kita.

Terlepas dari kejadian itu karena karma atau bukan, ada sudut pandang lain yang ingin saya tawarkan.
Orang yang menyakiti kita adalah orang-orang yang juga sedang terluka. Lukanya bukan hanya belum kering, namun juga membuat bagian tubuh di sekitarnya bengkak. Maka dari itu, ketika ada saja hal kecil yang tidak sengaja bersinggungan dengannya, rasanya akan begitu sakit. Tidak heran orang-orang tersebut begitu sensitif dan mudah tersakiti.
Dengan memahami hal ini, maka kita bisa menjadi lebih bijak ketika berhadapan dengan orang-orang tersebut.

Bukan hanya mereka yang mempunyai luka. Kita pun juga memilikinya, besar ataupun kecil. Namun ketika kita memahami sudut pandang tersebut, kita menjadi sadar bahwa ketika kita terluka, ada baiknya jika kita segera mencari obat yang tepat untuk mengobatinya. Jika dibiarkan begitu saja, luka karena potongan kertas pun bisa membengkak dan membusuk nantinya.

Lalu, bagaimana caranya untuk dapat menerobos siklus ini? Coba lakukan beberapa hal ini:

1. Coba Maafkan Orang yang Telah Menyakitimu

Ini memang bukan hal yang mudah. Namun kita perlu mengetahui bahwa kunci utnuk pemulihan adalah dengan memaafkan.

2. Coba Pulihkan Dirimu Sendiri

Daripada menenggelamkan diri kita pada kemarahan dan kebencian, cobalah untuk fokus pada kesehatan emosi dan mental kita sendiri.

3. Cobalah untuk Tetap Positif

Mungkin ini terdengan klise di antara banyaknya keinginan untuk melepaskan amarah dan melampiaskan kebencian yang kita miliki.

4. Perhatikan Reaksi Diri Sendiri

Daripada memperhatikan apa yang orang lain lakukan kepada kita, lebih baik perhatikan bagaimana kita bereaksi.

5. Sebarkan Semangat Ini

Ingatkan terus diri kita bahwa sekeras apapun kehidupan yang sudah kita jalani, segelap apapun masa lalu kita, kita selalu punya pilihan bagaimana kita memperlakukan orang lain.

Kita semua bisa mengubah rasa sakit menjadi pemulihan, bukan hanya untuk diri kita sendiri, namun juga orang-orang di sekitar kita. Kamu bisa menunjukan kepada orang yang menyakitimu bahwa memaafkan, pemahaman, cinta kasih dan belas kasih adalah mungkin untuk dilakukan meski kamu dalam kondisi tersakiti. Dan dengan melakukan ha tersebut, kita semua bisa mengubah dunia menjadi tempat yang lebih damai dan tidak saling menyakiti.

Penulis; Elles

Senin 21 Maret 2022

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: